Saturday, October 26, 2013

6 Perubahan pada Kurikulum 2013 Dibanding Kurikulum Lama



Ilustrasi(dok detikcom)

Jakarta - Kurikulum 2013 mulai diterapkansecara bertahap mulai Senin (15/7/2013). Ada 6 perbedaan Kurikulum 2013dibanding kurikulum lama. Apa saja?

"Sedikitnya, ada enam perubahan yang dapat dilakukan bersamaan denganpenerapan Kurikulum 2013," demikian rilis Kemendikbud yang disampaikanKepala Pusat Komunikasi Publik Kemendikbud, Ibnu Hamad, Minggu (14/7/2013).

Pertama, terkait dengan penataan sistem perbukuan.

Lazim berlaku selama ini, buku ditentukan oleh penerbit, baik menyangkut isimaupun harga, sehingga beban berat dipikul peserta didik dan orang tua.Menyangkut isi, karena keterbatasan wawasan dan kepekaan para penulis,kegaduhan terhadap isi buku pun sering terjadi. Kejadian terakhir di KabupatenBogor pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 6 SD (Cerita porno,red).

Penataan sistem perbukuan dalam implementasi Kurikulum 2013 dikelola oleh PusatKurikulum dan Perbukuan dan substansinya diarahkan oleh tim pengarah danpengembang kurikulum. Tujuannya agar isi dapat dikendalikan dan kualitas lebihbaik. Selain itu, harga bisa ditekan lebih wajar (public awareness).

Kedua, penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) di dalampenyiapan dan pengadaan guru.

Ketiga, penataan terhadap pola pelatihan guru.



Jakarta - Pengalamanpada pelaksanaan pelatihan instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaranuntuk implementasi Kurikulum 2013, misalnya, banyak pendekatan pelatihan yangharus disesuaikan, baik menyangkut materi pelatihan maupun model dan polapelatihan.

Momentum Kurikulum 2013 adalah hal yang tepat untuk melakukan penataan terhadappola pelatihan guru termasuk penjenjangan terhadap karir guru dankepangkatannya.

Ke depan, sedang disiapkan konsep yang terintegrasi antara jenjang karier dankepangkatan dengan penilaian profesi guru. Selama ini keduanya terpisah.

Keempat, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasiankurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler, serta penguatan peran gurubimbingan dan konseling (BK).

Kelima, terkait dengan memperkuat NKRI. Melalui kegiatanekstrakurikuler kepramukaanlah, peserta didik diharapkan mendapat porsitambahan pendidikan karakter, baik menyangkut nilai-nilai kebangsaan,keagamaan, toleransi dan lainnya.

Keenam, ini juga masih terkait dengan hal kelima, memperkuatintegrasi pengetahuan-bahasa-budaya.

Pada Kurikulum 2013, peran bahasa Indonesia menjadi dominan, yaitu sebagaisaluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepadapeserta didik, sehingga bahasa berkedudukan sebagai penghela matapelajaran-mata pelajaran lain.

Kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalam penggunaanjenis teks yang sesuai dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui cara ini, makapembelajaran bahasa Indonesia termasuk kebudayaan, dapat dibuat menjadikontekstual. Sesuatu yang hilang pada model pembelajaran bahasa Indonesia saatini.

"Dari efek domino itulah maka Kurikulum 2013 adalah bagian tidakterpisahkan untuk menata berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegaramelalui sektor pendidikan. Karena itu, Kurikulum 2013 sesungguhnya bukankurikulum program kementerian, tetapi kurikulum yang menjadi programpemerintah," demikian rilis Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan kamu para pembaca mengenai Kurikulum 2013?
PRO / KONTRA ?

No comments:

Post a Comment